Minggu, 06 April 2008

Kematian

Peristiwa sakaratul maut memang bukan peristiwa biasa. Seperti detik-detik terakhir Kartono yang berpoligami, juga mengalami kejadian menggambarkan kebiasaan di hari-hari sebelum kematiannya. Dini hari yang sunyi menambah kebingungan anak-anak dan istri-istrinya. Bahkan tetangga yang ikut merawat Kartono juga bingung apa sebetulnya permintaan terakhir dari calon jenazah ini. Sudah tiga hari ini Kartono selalu menggerak-gerakkan ibu jarinya pada telunjuk. Kadir, anak pertamanya berpikir, apa Bapaknya yang tiap malam menghitung hasil ceperan/kkn di kantor membuat Bapaknya begitu. Cepat-cepat Kadir ambil segebok uang di bawah kasur, ia serahkan uang itu dengan lembut di tangn Bapaknya. Kadir kaget bukan kepalang, karena uang itu langsung dilempar oleh Bapaknya. Rumini, istri pertama nampaknya ingin meringankan penderitaan suaminya, mungkin sang suami sekarang ingin bertobat atas dosanya yangb telah lalu, "Pak tobat Pak, ini aku bawakan tasbeh". Rumini kecewa, tasbeh juga dilempar oleh suaminya. Sumarti, istri kedua, nggak banyak komentar, ia langsung mendekati sang suami, seperti biasa Sumarti membelai suaminya dengan penuh sayang, tangan kanannya meraih jemari tangan suaminya yang tak pernah diam itu, ia pegangkan pada tali kutang. Kartono tersenyum, dan mengatupkan mata untuk terakhir kalinya.
Semua bersedih, kecuali Sumarti, karena dapat menyenangkan hati suaminya sampai detik-detik terakhir.

Label: